BookNarcism – sebuah kisah kecil

  • Gambar

    ^^Aku dan buku pertamaku^^

Kalau mencoba memflasback-kan pikiran, rasanya barangkali pose foto di sebelah hanyalah mimpi belaka.

Pose bersama buku karya sendiri yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Penerbit besar dengan jaringan perdagangan Nasional. Wow!!!

Dengan terbit secara mayor, ribuan exemplar pula, buku  yang saya tulis di kota kecil Pekalongan ini, bisa di baca oleh orang Papua, Sumatera, Sulawesi, Bali, Batam, dan aneka daerah lain di Indonesia yg terpisahkan oleh luasnya lautan!

Senang? Pastilah! Bangga? Iya juga donk!

Siapa sih yang akan menyangka, gadis berasal dari pelosok Pekalongan-yang Internet aja nggak ada. Yang hingga detik ini saja signyal susah…  bisa nerbitin buku!

Selama ini saya banyak mendengar alasan untuk tidak menulis, adalah karena sarana. semacam nggak punya laptop. En soon! Yang segera ayo ramai-ramai kita bantah!

Kalau mau punya karya, punya buku, ya NULIS sekarang juga! Nggak ada yg lain lagi! Intinya kerja keras dan menulis!

Tulisan ini  saya buat bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Sama sekali bukan! Saya hanya berharap, jika kelak ada yang membacanya, maka semangat menulis yang kadang berlebihan ini bisa menular! Hehehe…

Saya pun pernah menyalahkan keadaan untuk berhenti menulis. Masih sangat jelas di benak saya, tatkala laptop saya hilang di akhir bulan September 2011. Tepat beberapa minggu sebelum saya diwisuda. Saya rasanya sangat tidak percaya! Masalah yang harus saya hadapi, selain kehilangan laptop dengan harga mahal, juga kehilangan karya saya yang ada di sana. Foto saya sejak SMA.

Tuhan, saat itu saya ingin protes!

Tapi pada akhirnya saya mulai move on! Saya memflashback pikiran saya kembali dan saya menyadari sesuatu!

Saat saya punya laptop, rupanya tidak benar-benar saya manfaatkan secara optimal! Kalau dibandingkan antara berapa lama saya menulis (mengejar impian saya) dan berapa lama nonton film atau main game, jawabannya membuat malu saya sendiri!

Tuhan, betapa saya….. *ah,sudahlah….

Setelah itu juga, saya mulai merintis novel pertama saya dengan tulisan tangan. Membuat sinopsis, nama-nama tokoh beserta sifatnya, membuat outline naskah bahkan hingga beberapa bab awal naskah novel itu.

Dan Subhanallah-nya… Beberapa bulan kemudian, saya mendapat kerja dan punya laptop sendiri. Tuhan memang tidak akan meninggalkan hambanya yang berusaha…

Walau sekarang saya masih tetap tergoda bersenang-senang menonton film, atau main game juga sih… Keplak kepala sendiri! Tetapi setidaknya, saya tetap menulis dan memaksakan diri untuk menulis! Harus! Wajib! Fardu A’in!

Kenapa? Karena saya ingin jadi penulis!

Gambar

Aku dan buku keduaku

Bismillah, semoga kedua buku saya ini bukanlah titik pencapaian akhir saya. Melainkan awal agar bisa berkarya lebih banyak lagi!

Bismillah!

Semangat!

Fighting!

Ganbatte!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s