Rahasia Gua Honeycomb—The Hardy Boys #7 by Franklin W. Dixon [Review novel]

The Hardy boys! Serial novel detective yang kayaknya bakal saya suka deeehhh…. 😀

Hardy1

Well, sebenarnya saat hendak membeli novel ini, saya sempat disusupi ragu. Karena saat itu, saya pikir The Hardy Boys yah semacam tiruan Lima Sekawan—model-model detective semacam itu. Bahkan sebelum membaca nama pengarangnya, saya berpikir ini adalah novel Indonesia mengingat namanya Hardy… hihi…

Tapi setelah membeli plus membacanya tentu saja, keraguan saya berangsur mencair. Yeah, novel ini memang tetap se-tipe dengan Lima Sekawan—novel paling saya sukai sepanjang hidup, tapi dengan sasaran pembaca lebih tua. Ohohoho…

Yup! Lima sekawan itu pertama saya baca saat masih di bangku SD, dan saya merasa sangat cocok! Novel itu mengajak pembaca berpetualang, murni bersama teman tanpa embel-embel cinta. Dan itu sangat cocok bagi jiwa muda yang masih lugu seperti saya saat itu…. XD

Nah, seandainya saya menemukan The Hardy Boys saat di bangku SMP atau SMA, saya pikir saya juga akan sangat suka! Novel ini masih tentang petualangan, detective, dan penjahat. Nah, di sini mulai ada cinta-cintanya, secara tokohnya kan remaja… walau itu sebagian kecil. Sangat kecil malah^^. Cocok untuk bacaan remaja, dari pada novel penuh cinta menye’-menye’… *LOL…

Perbedaan lainnya dengan lima sekawan, The Hardy Boys memiliki tokoh yang memang sudah berkecimpung di dunia detective. Berbeda dengan George dan kawan-kawannya yang hanya seringkali terlibat kasus tanpa sengaja.

Nah, seri The Hardy Boys yang saya baca pertama kali, sekaligus yang baru saya miliki ini nomor 7, Franklin W. Dixon kali ini mengajak pembaca menelusuri “Rahasia Gua Honeycomb”

Kisah ini berawal dari munculnya seorang gadis bernama Mary di rumah Hardy bersaudara, Frank dan Joe. Rupanya gadis itu ingin menemui ayah mereka, detective terkenal Fenton Hardy. Mary menjelaskan bahwa dirinya adalah mahasiswa baru di Kenworthy College yang baru saja menyelesaikan semester musim semi. Dia berecana menghabiskan waktu selama musim panas dengan saudaranya di West Coast. Namun, sejak kakaknya menghilang beberapa hari sebelumnya, Mary membatalkan perjalannya dan datang ke Bayport.

Mulai sejak kejadian itu, Joe dan Frank pun membantu meyelidiki kasus hilangnya sang profesor muda briliant itu. Sayangnya, Frank dan Joe justru malah sempat mengalami beberapa kali teror Delta Sigma—yang awalnya saya pikir tidak ada hubungannya dengan kasus.

Setelah lolos dari perploncoan ala Delta Sigma, Frank dan Joe menemukan petunjuk dari kertas ujian yang ditinggalkan Profeser Tood, sebelum menghilang. Peunjuk itu adalah R-O-C-K-A-W-A-Y , nama sebuah kota.

Saat Frank dan Joe hendak mulai sibuk menyelediki gua Honeycomb diantar dua sobat mereka Chet Morton (dengan alat pendeteksi logam terbarunya) dan Biff Hooper, tiba-tiba ada kejadian sabotase di stasiun radar baru dekat kota kediaman keluarga Hardy di Bayport. Kasus sabotase yang sedang diselidiki ayah mereka. Misteri pun menjadi semakin rumit. Terlebih, Delta Sigma—Gua Honeycomb, hingga hilangnya profesor Todd ternyata memiliki satu benang merah yang terjulur kusut. Misteri ini beberapa kali membuat empat remaja itu dalam bahaya. Bahkan hampir celaka.

Menarik! Itu kesimpulan saya usai membaca petualangan Hardy bersaudara dan sobatnya. Penjelasan bagaimana misteri terpecarkan dan lain-lainnya, silahkan baca sendiri aja^^…

Yang jelas, lain kali kalau melihat novel ini, saya berminat mengoleksi seri The Hardy Boys lainnya… Kabar-kabar ya kalau ada melihat novel ini^^

 

Judul Buku: The Hardy Boys

Tagline : Rahasia Gua Honeycomb
Penulis: Franklin W. Dixon

Alih Bahasa : Januarsyah Sutan
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Terbit: 2010
Jumlah Halaman: 168
ISBN: 978-979-27-8000-0
Kategori: Novel Fiksi
Genre: Detective, Adventure

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s